Kata-kata Super Hari Ini

Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah.(Thomas Alva Edison)

Minggu, 21 November 2010

Objek Selam Tak Dikenal Di Selat Malaka




Kejadian ini dialami oleh Iwan Gunawan pada bulan Mei tahun 2005, Saat itu ia sedang bekerja sebagai port engineer di sebuah maskapai pelayaran tanker nasional. Ini merupakan pengalaman pertama ikut berlayar (sailing) dengan kapal tanker beserta awaknya. Rute sailing waktu itu adalah dari pelabuhan Belawan-Medan menuju pelabuhan Batu Ampar-Batam.
Setelah bongkar muatan (discharge) selesai, kapal mulai bersiap-siap untuk manuver masuk ke dalam alur dipandu oleh kapal pandu. Keadaan cuaca, angin, ombak, dan temperatur udara normal. Setelah kapal masuk alur, kegiatannya dan crew yang lain mulai berkurang dan berlanjut dengan acara yang lebih santai di dek.

Kira-kira 2 sampai 3 jam setelah masuk perairan selat Malaka (sekitar jam 01.00-02.00 WIB), Iwan berdiri bersandar pada pagar dek sambil merokok, menikmati angin dan melepas pemandangan ke arah lautan tiba-tiba dari arah buritan ia melihat sekumpulan cahaya terang berpendar seperti lampu neon/flourescent berputar di kedalaman laut membentuk formasi segitiga dan lingkaran (hampir berbentuk oval) berjalan mendekati kapal (meluncur sejajar dengan sisi kapal). Ia kemudian berteriak bertanya dengan para crew yang sedang asik santai. Mereka lalu menghampir pagar dek dan melihat apa yang dilihatnya, namun mereka hanya berucap “owhh...” lalu kembali ke aktivitas masing-masing seolah-olah tidak ada apa-apa.

Tentu saja hal ini membuat Iwan makin penasaran. Benda tersebut semakin dekat terlihat semakin besar, bahkan sangat besar! Iwan membuat sketsa dan perbandingan antara besar kapal tanker dengan benda aneh tersebut. Mengenai ukuran dimensi kapal yang ia tumpangi, menurutnya ukurannya adalah 118m x 22m x 12m dengan 5000dwt. Memang untuk ukuran tanker masih terbilang ukuran kecil.

Iwan kemudian pergi ke ruang kemudi untuk bertemu kapten dan berharap bisa melihat lebih jelas benda tersebut di tempat yang lebih tinggi. Sesampainya di ruang kemudi ia melihat kapten sedang melihat dengan binocularnya, memandang ke arah haluan dan benda tersebut, lalu bertanya, “Capt.. did you see what I see? What’s that?” Iwan tetap memandang ke arah benda aneh tersebut dari ruang kemudi. Benda itu sangat besar! Kapal tanker terlihat kecil jika dibandingkan dengan benda tersebut. Perlahan tapi pasti benda tersebut tetap berjalan di sisi kapal secara konstan meninggalkan kapal.
Kecepatan kapal saat itu 9-11 knot. Kembali Iwan mengulangi pertanyaannya kepada kapten dan jawabannya dari kapten “hehe..bas, welcome to the sea” (‘bas’ adalah panggilan untuk seorang engineer di perkapalan). Cukup lama penampakan dari benda tersebut, kira-kira berlangsung 8-10 menit. lalu menghilang di kedalaman dan gelapnya malam.

Menurut Kapten kapal, selama ini benda-benda itu hanya melakukan penampakan, tidak ada aktivitas yang menggangu dari penampakan mereka. Bahkan di radar pun tidak terdeteksi. Iwan menanyakan apakah tidak khawatir terjadi tabrakan atau kecelakaan karena kemunculan mereka tidak dapat diduga dan bahkan tidak terlacak dengan radar.

Kapten menjelaskan, “Mereka sepertinya sudah paham betul dengan teknologi kita, dengan cara kerja kita, dengan rute-rute kita jadi sepertinya mereka sudah tahu jalur-jalur mana yang harus dilewati atau bahkan mereka sepertinya sudah tahu arah kapal ini akan kemana dan kecepatannya berapa. Jadi mereka tidak perlu memberi tanda untuk mendahului atau akan melakukan penampakan.

Semua sudah diatur dan dimengerti sedemikian rupa oleh mereka. Bayangkan saja kalau tadi kecepatan mereka sangat cepat, tentunya kapal ini sudah jadi berantakan oleh ombak yang dibuatnya. dan itu sudah mereka perhitungkan dengan berjalan lambat lalu menambah kecepatannya secara perlahan dan lalu menghilang dengan cepat setelah posisi aman/jauh dari kapal." (BETA-UFO)

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Related Posts with Thumbnails